Awas Daging Sapi Glonggongan

Setiap Ramadhan tiba, permintaan akan kebutuhan pokok terutama pangan selalu meningkat. Kenaikan harga daging terjadi sebagai akibat dari meningkatnya permintaan daging sedangkan pasokan tidak bertambah.

Kondisi ini terkadang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab, untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar secara instan. Salah satunya adalah dengan cara menjual daging sapi “glongongan”.

Daging sapi glonggongan dibuat dengan cara memasukkan air secara paksa (digelonggong) ke dalam mulut sapi yang hendak disembelih, dengan menggunakan selang air. Jumlah air yang dimasukkan bisa mencapai 1 drum ( 100 liter ). Proses ini bisa berlangsung hinga 6 jam dan dilakukan hingga sapi tidak berdaya, bahkan sampai mati, setelah itu sapi langsung dipotong. Sapi digelonggong dengan tujuan agar berat badan sapi bertambah, dalam artian yang tidak wajar tentunya, sehingga saat dijual akan menambah keuntungan.

Untuk beberapa kalangan,  harga daging sapi glonggongan yang dijual murah adalah salah satu solusi untuk menanggulangi harga daging yang melonjak tinggi. Tetapi jika ditinjau dari aspek lainnya, lebih banyak kerugian yang ditimbulkan saat mengkonsumsi daging gelonggongan ini yaitu :
Aspek Kesehatan

Daging sapi glonggongan dapat dipastikan akan mengganggu kesehatan, karena lebih  mudah membusuk dan terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Aspek Agama

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengharamkan daging sapi glonggongan yang diperjual belikan. Fatwa haram ini di dasari oleh adanya “perlakuan yang tidak semestinya”  terhadap sapi yang akan dijual.  Selain itu juga didasari oleh adanya unsur penipuan dalam penjualan.

daging sapi sehat Daging sapi glonggongan dapat dibedakan dengan daging sapi normal dengan  cara melihat pemukaan dagingnya yang selalu basah sampai keserat-seratnya. Daging sapi normal hanya tampak lembap tapi tidak basah.

Biasanya para pedagang daging sapi glonggongan tidak berani menggantung daging sapi gelonggong, karena airnya akan terus menetes sampai daging menyusut normal. Daging sapi glonggongan juga berwarna merah kepucat – pucatan, sedangkan daging sapi normal berwarna merah tua.

Walaupun cara membedakan daging gelonggongan dengan daging normal sudah seringkali dipublikasikan, tidak semua konsumen pengguna daging mengerti akan hal ini. Oleh karena selalu berada di pihak yang lemah, sudah seharusnya konsumen dilindungi oleh hukum.

Salah satu sifat, sekaligus tujuan hukum itu adalah memberikan perlindungan (pengayoman) kepad masyarakat. Jadi, hukum konsumen dan hukum perlindungan konsumen adalah dua bidang hukum yang sulit dipisahkan dan ditarik batasnya. Selain itu diperlukan kesediaan semua pihak untuk mencegah perdagangan daging sapi glonggongan didalam masyarakat.

Ada beberapa peraturan pemerintah pusat maupun daerah yang sudah ditetapkan untuk kepentingan tersebut ,  antara lain :

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Pada Pasal 4(c) diungkapkan, menjadi hak konsumen untuk mengetahui informasi kualitas produk secara jujur. Di Pasal 8 dan 9 diulas perbuatan-perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. Bahkan di Pasal 62, dijelaskan bila pelaku usaha yang melanggar bisa dikenai pidana denda hingga 2 milyar rupiah serta sanksi pidana kurungan paling lama 5 tahun.

Pemerintah harus sering mengadakan pengawasan secara rutin, tidak hanya menjelang dan saat bulan Ramadhan. Juga tidak harus menunggu adanya pengaduan dari masyarakat. Ditambah lagi pengawasan harus dimulai dari Rumah Pemotongan Hewan RUMAH POTONG HEWAN (RPH)) baik yang dikelola pemeritah maupun swasta hingga ke pedagang di pasar. Selain itu, pemerintah harus gencar mensosialisasikan kepada konsumen, mengenai  ciri-ciri dari daging yang bermasalah, baik di media massa maupun dengan menempelkan selebaran di pasar-pasar.

Konsumen juga harus hati-hati dan jeli saat membeli daging. Karena tidak semua konsumen mempunyai kemampuan untuk memilih daging yang baik dan memenuhi syarat kesehatan. Jika menemukan pedagang yang menjual daging diluar harga yang wajar, konsumen patut curiga dan segera melaporkan kepada pihak yang  berwenang.

Sumber :

beritaterkinionline.com
lawskripsi.com
aggiemeat.tamu.edu
mediaindonesia.com
biblelife.org

Jika anda membutuhkan sapi bali , sapi pejantan potong,bibit sapi bali, tender sepi bali (BERBAGAI UKURAN ASLI DARI BALI) hubungi 085792444744

Kami melayani permintaan
1. Jual Beli Sapi potong bali
2. Jual Beli Sapi Bali Pejantan potong
3. Bibit Sapi Bali
4. Tender Pengadaan Sapi Bali
5. Bantuan Sosial Sapi Bali
6. Sapi bali Segala Spesifikasi
Jika anda membutuhkan sapi bali , sapi pejantan potong,bibit sapi bali, tender sepi bali (BERBAGAI UKURAN ASLI DARI BALI) silahkan hubungi kami

085792444744
info@sapi-bali.com

 

Tidak perlu ragu dan bimbang, kami sudah melayani banyak permintaan sapi bali.

This entry was posted in Artikel Sapi Bali and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


8 + four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>